17Views 0Comments
Surabaya — Pengurus Provinsi (Pengprov) Senkom Mitra Polri Jawa Timur melakukan silaturahim dengan Kasubdit Sosial Budaya (Sosbud) Direktorat Intelkam Polda Jatim pada Kamis (6/11). Pertemuan ini menjadi tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) antara Senkom Mitra Polri dan Kepolisian Republik Indonesia dalam bidang pemeliharaan keamanan dan ketertiban (harkamtib).
Ketua Pengprov Senkom Mitra Polri Jawa Timur, Maun Toredjo, menegaskan pentingnya memperkuat sinergi antara Senkom dan aparat kepolisian dalam upaya deteksi dini potensi gangguan harkamtib. Menurutnya, peran masyarakat melalui jaringan Senkom sangat krusial dalam mengidentifikasi potensi kerawanan sejak dini sebelum berkembang menjadi gangguan nyata.
“Senkom berkomitmen membantu Polri melalui upaya deteksi dini dan pemetaan potensi gangguan harkamtib di masyarakat. Dengan sistem informasi dan jaringan anggota kami di daerah-daerah, diharapkan setiap potensi kerawanan dapat segera diidentifikasi dan ditindaklanjuti secara cepat,” ujar Maun Toredjo.
Ia menambahkan, Senkom terus mendorong peningkatan kompetensi anggotanya agar mampu memahami dinamika sosial di lingkungannya. Hal itu menjadi modal penting dalam menyampaikan laporan dan informasi secara cepat, tepat, serta sesuai prosedur kepada pihak berwenang.
Dalam kesempatan tersebut, Maun juga melaporkan rencana pelaksanaan Rapat Koordinasi Provinsi (Rakorprov) yang akan digelar 22 November mendatang. Kegiatan itu akan diikuti sekitar 300 personel Senkom dari kabupaten dan kota se-Jawa Timur. Ia berharap, jajaran Direktorat Intelkam Polda Jatim dapat hadir memberikan pembekalan dan pengarahan terkait strategi deteksi dini untuk mendukung terciptanya harkamtib yang berkelanjutan.

Sementara itu, Kasubdit Sosbud Intelkam Polda Jatim AKBP Hariyono menyambut baik langkah Senkom yang aktif menjalin koordinasi dengan kepolisian. Ia menegaskan, menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya dilakukan saat atau setelah terjadi gangguan, melainkan melalui upaya pencegahan yang berkesinambungan.
“Menjaga harkamtib tidak hanya dilakukan saat kejadian atau pascakejadian. Yang lebih penting adalah bagaimana situasi tetap kondusif agar potensi kerawanan tidak meletup menjadi gangguan nyata,” ujarnya.
Menurutnya, Senkom memiliki peran strategis sebagai mitra Polri dalam memperkuat sistem informasi keamanan di masyarakat. Ia menilai kolaborasi Polri dan Senkom dapat menjadi model kemitraan efektif antara aparat dan masyarakat dalam mewujudkan keamanan partisipatif.
“Polri tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan dan partisipasi semua pihak, termasuk Senkom, sangat dibutuhkan untuk menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Jawa Timur,” tambahnya.
Pertemuan ini juga menjadi momentum bagi Senkom Jatim untuk memperkuat kesiapsiagaan dan profesionalisme anggotanya di lapangan. Dengan dukungan pembinaan dari jajaran Polda Jatim, Senkom diharapkan semakin kompeten dan proaktif dalam menjalankan peran deteksi dini dan harkamtib.
