Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Jelang Kedatangan Bhante Internasional, FKKUB dan SENKOM Perkuat Koordinasi di Kertosono
Jelang Kedatangan Bhante Internasional, FKKUB dan SENKOM Perkuat Koordinasi di Kertosono

KERTOSONO, NGANJUK — Menjelang kedatangan rombongan Bhante Internasional, Forum Komunikasi Kerukunan Umat Beragama (FKKUB) Kecamatan Kertosono menggelar koordinasi bersama SENKOM Mitra Polri di Pos Pengamanan (Pospam) Ponpes Al Ubaidah Kertosono, Senin (12/5/2026).

Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk persiapan pengamanan sekaligus pemantapan teknis menjelang singgahnya rombongan Bhante di Klenteng Tri Dharma Kertosono yang dijadwalkan pada Rabu (20/5/2026).

Diketahui, sebanyak 51 Bhante dari berbagai negara seperti Vietnam, Laos, Thailand, Malaysia, serta Indonesia tengah melakukan perjalanan spiritual dengan berjalan kaki dari Pulau Bali menuju Candi Borobudur, Jawa Tengah. Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk menjadi salah satu titik persinggahan dalam perjalanan tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, berbagai hal dibahas secara menyeluruh, mulai dari pengaturan kegiatan, pengamanan lokasi, hingga upaya menjaga situasi yang aman dan kondusif selama rombongan Bhante berada di wilayah Kertosono.

Ketua FKKUB Kecamatan Kertosono, Wachid Jarwono, menyampaikan bahwa pihaknya siap menyambut kedatangan Bhante Internasional dengan penuh keterbukaan dan semangat toleransi.

“Ini merupakan momentum yang baik bagi kita. Wilayah Kertosono menjadi salah satu titik persinggahan Bhante Internasional, sehingga kita harus menyiapkan yang terbaik,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua SENKOM Mitra Polri Ponpes Al Ubaidah Kertosono, Muhammad Sodik, menegaskan kesiapan pihaknya dalam mendukung pengamanan kegiatan tersebut.

“Kami dari SENKOM Mitra Polri siap membantu pengamanan guna memastikan kegiatan berjalan aman dan lancar, khususnya di wilayah Kertosono,” ungkapnya.

Humas Ponpes Al Ubaidah Kertosono, Abdul Khohar, turut mengapresiasi sinergi yang terjalin antara FKKUB dan berbagai elemen masyarakat dalam menciptakan suasana yang damai dan harmonis.

“Ini adalah langkah nyata dalam mewujudkan Kertosono yang damai, dengan melibatkan berbagai pihak untuk saling bersinergi dan memperkuat nilai toleransi antarumat beragama,” pungkasnya.