13Views 0Comments
BANYUWANGI (18/9) — Dewan Pembina Senkom Mitra Polri Kabupaten Banyuwangi, KH. Hariadji Sugito, menekankan pentingnya jiwa kepemimpinan yang dimiliki setiap anggota Senkom dalam menjalankan tugas organisasi dan pengabdian kepada masyarakat. Kepemimpinan tersebut perlu dilandasi jiwa korsa yang tinggi, kemampuan berkomunikasi dan berkolaborasi melalui pendekatan sistem, serta keterbukaan menerima saran positif dari berbagai pihak.
Pesan tersebut disampaikan KH. Hariadji Sugito saat memberikan materi “Leadership” dalam kegiatan Konsolidasi Senkom Mitra Polri Kabupaten Banyuwangi di Aula Lantai 2 Gedung PPG Setail, Genteng, Banyuwangi, Jumat (18/9). Kegiatan tersebut diikuti sekitar 200 anggota dari sembilan rayon se-Kabupaten Banyuwangi.
Menurut KH. Hariadji, jiwa kepemimpinan tidak hanya diperlukan bagi pengurus, tetapi harus tumbuh dalam diri setiap anggota. Dengan kepemimpinan yang baik, anggota diharapkan mampu membangun komunikasi, bekerja secara kolaboratif, serta menyikapi setiap masukan secara positif untuk mendukung pelaksanaan tugas organisasi.
Ia juga mengingatkan seluruh anggota agar tetap tegak dan teguh dalam menjalankan tugas pokok Senkom Mitra Polri, khususnya di bidang kamtibmas, kebencanaan, dan bela negara.
“Pelaksanaan tugas tersebut hendaknya diwujudkan melalui tiga K, yaitu Komunikasi, Kontribusi, dan Karya,” ujar KH. Hariadji.
Ia menjelaskan, komunikasi menjadi dasar dalam membangun koordinasi dan sinergi, kontribusi diwujudkan melalui keterlibatan nyata dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan, sedangkan karya merupakan bentuk nyata pengabdian anggota Senkom kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
Selain kepemimpinan dalam menjalankan tugas organisasi, KH. Hariadji juga mengajak anggota untuk senantiasa melakukan self correct atau evaluasi terhadap diri sendiri. Menurutnya, kemampuan mengoreksi diri merupakan bagian penting dari kecerdasan spiritual seorang anggota.
Pesan tersebut ia kaitkan dengan hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Sunan At-Tirmidzi:
“Al-kayyisu man daana nafsahu wa ‘amila limaa ba’dal maut.”
Artinya, orang yang cerdas adalah orang yang senantiasa menilai atau mengevaluasi dirinya sendiri serta mempersiapkan amal untuk kehidupan setelah kematian.
“Setiap anggota hendaknya tidak hanya aktif dalam organisasi, tetapi juga mampu melakukan koreksi terhadap diri sendiri, sehingga tugas pengabdian berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pribadi dan spiritual,” tuturnya.
Konsolidasi tersebut menjadi momentum untuk memperkuat soliditas dan kapasitas anggota Senkom Mitra Polri Kabupaten Banyuwangi. Melalui penguatan kepemimpinan, komunikasi, kolaborasi, serta semangat Komunikasi, Kontribusi, dan Karya, anggota diharapkan semakin siap menjalankan peran Senkom Mitra Polri dalam mendukung kamtibmas, kebencanaan, dan bela negara.
