GRESIK – Senkom Mitra Polri Jawa Timur mengikuti Tactical Floor Game (TFG) Pengujian Rencana Kontingensi (Renkon) Ancaman Banjir Bengawan Solo yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur bersama SIAP SIAGA Jawa Timur di Hotel Aston Gresik, 28–30 Oktober 2026.
Senkom Jatim diwakili Ketua Biro Penanggulangan Bencana dan SAR, Lukman Hakim, didampingi Khoirul Basnovie. Keikutsertaan ini merupakan bentuk dukungan Senkom dalam memperkuat mitigasi, kesiapsiagaan, dan koordinasi penanganan bencana bersama pemerintah serta instansi terkait.
Ketua Tim Kerja Pencegahan Bidang PK BPBD Jatim, Dadang Iqwandy, S.T., M.T., mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan menguji kesiapan dan memastikan setiap pemangku kepentingan memahami tugas serta tanggung jawab masing-masing dalam menghadapi ancaman banjir Bengawan Solo.
“Melalui kegiatan Tactical Floor Game ini, kita ingin memastikan seluruh pemangku kepentingan memahami peran dan tanggung jawab masing-masing. Kesiapsiagaan, koordinasi, dan kecepatan merespons peringatan dini menjadi kunci agar penanganan bencana dapat dilakukan secara terpadu, tepat, dan efektif,” ujarnya.
Berdasarkan data kejadian bencana periode 2016–2025, Jawa Timur mencatat 18.119 kejadian bencana, dengan 2.253 di antaranya merupakan bencana banjir. Sementara itu, di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo tercatat 393 kejadian banjir dalam kurun waktu sepuluh tahun.
Ancaman banjir tersebut melintasi lima kabupaten di Jawa Timur, yakni Ngawi, Bojonegoro, Tuban, Gresik, dan Lamongan. Kondisi ini membutuhkan kesiapsiagaan dan koordinasi lintas sektor untuk meminimalkan risiko serta dampak bencana.
Dalam pelaksanaannya, TFG dikombinasikan dengan Table Top Exercise (TTX), yaitu simulasi berbasis diskusi dan peta untuk menguji mekanisme koordinasi, alur komando, pembagian tugas, penempatan sumber daya, serta respons terhadap peringatan dini. Pengujian ini menjadi tahapan sebelum dilanjutkan dengan simulasi lapangan atau Field Training Exercise (FTX).
Kegiatan tersebut melibatkan BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD lima kabupaten terdampak, TNI, Polri, BMKG, BBWS Bengawan Solo, Basarnas, PMI, perangkat daerah, organisasi kemasyarakatan, relawan kebencanaan, serta mitra SIAP SIAGA Jawa Timur.
Melalui kegiatan ini, dokumen Rencana Kontingensi Banjir Bengawan Solo diharapkan semakin teruji dan tervalidasi. Bagi Senkom Jatim, partisipasi tersebut sekaligus menjadi sarana meningkatkan kapasitas personel di bidang pencarian dan pertolongan (SAR) serta memperkuat sinergi dalam mendukung penanganan bencana di Jawa Timur.

