Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

SURABAYA — Sekretaris Senkom Mitra Polri Provinsi Jawa Timur Wahjoe Soetiono, S.Sos, mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan dalam melakukan transaksi elektronik. Kemudahan dan kenyamanan transaksi digital, menurutnya, harus diimbangi dengan kebiasaan menjaga keamanan data dan memastikan kebenaran setiap transaksi.

Hal itu disampaikan Wahjoe dalam Sosialisasi Hukum bertajuk “Antisipasi Kejahatan Transaksi Elektronik: Menjaga Keamanan di Tengah Kenyamanan Transaksi Digital”, Sabtu (26/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti pengurus dan anggota Senkom Mitra Polri dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur secara daring.

Wahjoe mengatakan, transaksi elektronik kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari karena menawarkan kemudahan, kecepatan, dan kenyamanan. Namun, kondisi tersebut juga perlu diikuti kewaspadaan agar kemudahan teknologi tidak dimanfaatkan pelaku kejahatan siber.

Masyarakat, lanjut dia, perlu membiasakan diri menggunakan platform resmi dan terpercaya. Selain itu, kerahasiaan PIN, password, kode OTP, dan data pribadi harus tetap dijaga.

“Jangan mudah percaya terhadap pesan, tautan, atau tawaran yang mendesak dan mengatasnamakan pihak tertentu,” ujar Wahjoe.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk selalu memastikan kebenaran identitas penerima serta tujuan transaksi sebelum melakukan pembayaran atau transfer. Langkah sederhana tersebut penting untuk mencegah masyarakat menjadi korban penipuan maupun kejahatan siber lainnya.

Menurut Wahjoe, kenyamanan dalam bertransaksi tidak berarti masyarakat boleh mengabaikan aspek keamanan. Penggunaan teknologi perlu disertai verifikasi berlapis agar setiap aktivitas transaksi dilakukan secara lebih aman.

Masyarakat juga dianjurkan memperbarui perangkat dan aplikasi secara berkala. Jika menemukan transaksi atau aktivitas yang mencurigakan, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada penyedia layanan maupun pihak berwenang.

“Keamanan bukan penghalang kenyamanan, melainkan fondasi agar kenyamanan dalam beraktivitas di ruang digital dapat terus terjaga,” kata Wahjoe.

Ia berharap masyarakat semakin membangun kebiasaan digital yang aman sehingga berbagai kemudahan transaksi elektronik dapat dimanfaatkan secara lebih tenang, nyaman, dan terlindungi.

Show CommentsClose Comments

Leave a comment